STKS BANDUNG SELENGGARAKAN KONFERENSI NASIONAL PEKERJAAN SOSIAL 2013 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Jumat, 14 Juni 2013 06:24

--(Dok. Humas-STKS)--

Hari Selasa, 12 Juni 2013, Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Kabadiklitkessos) Kementerian Sosial RI Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si secara resmi membuka Konferensi Nasional Pekerjaan Sosial. Konferensi ini dilaksanakan di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan Bandung dan kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari mulai tanggal 12-13 Juni 2013.

Konferensi ini mengambil tema “Urgensi Undang-Undang Praktik Pekerjaan Sosial”. Tema ini secara khusus menyoroti Undang-Undang (UU) Praktik Pekerjaan Sosial yang mana sangat dinantikan keberadaannya untuk menjamin kepastian hukum bagi yang menggeluti profesi Pekerjaan Sosial. Ketiadaan UU menjadi alasan yang sangat kuat dan penting untuk mendukung kelahirannya agar profesi Pekerjaan Sosial memiliki kedudukan yang sejajar dengan profesi-profesi lainnya. Konferensi ini merupakan momen yang sangat penting dilihat dari beberapa hal: (1) saat ini UU yang mengatur tentang praktik Pekerjaan Sosial belum ada, sementara praktik Pekerjaan Sosial di Indonesia sudah berlangsung sejak lama, setidaknya sudah dimulai sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia yakni sejak fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara, (2) sudah ada UU yang menuntut profesi Pekerjaan Sosial untuk melaksanakan praktik, seperti (a) UU No 11 Tahun 2012 tentang system peradilan Pidana Anak yang mengamanatkan pendampingan Pekerja Sosial bagi anak-anak yang berkonflik dengan hukum, (b) UU tentang Sisdiknas atau peraturan turunannya yang mengharapkan adanya praktik Pekerjaan Sosial di sekolah, (c) UU No 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, (d) UU No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika; UU No 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin. (3) Konferensi ini merupakan langkah penting bagi upaya mempertegas eksistensi profesi Pekerjaan Sosial di Indonesia dilihat dari sudut pandang Filosophis, Akademis, Sosiolagis-empiris, maupun Yuridis.

Dalam sambutannya Kabadiklitkessos menyampaikan bahwa esensi mendasar dari kemasan Pembangunan Kesejahteraan Sosial melalui berbagai pelayanan adalah pemerataan kesejahteraan hidup seluruh komponen bangsa dengan standar hak asasi manusia. Dengan basis hak asasi, maka kualitas pelayanan sudah menjadi tuntutan yang sangat penting dan sebagai keharusan yang tidak dapat dipungkiri. Pada kesempatan yang sama Kabadiklitkesos juga menyampaikan keynote speech berkaitan dengan urgensi UU Praktik Pekerjaan Sosial: (1) Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 36.000 Pekerja Sosial professional lulusan dari 37 Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan sosial yang tergabung dalam Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik Nasional maupun Internasional, Pemerintah dan Lembaga pelayanan Kesejahteraan Sosial baik milik pemerintah maupun masyarakat (swasta). Kondisi ini menunjukkan perlunya pengaturan praktik Pekerjaan Sosial agar penerima layanan memperoleh hak layanan sebaik-baiknya. Dengan demikian ada kejelasan hak, kewajiban dan sanksi baik pekerjaan sosial, penerima layanan dan lembaga layanan. (2) Populasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) cukup besar. Situasi ini menuntut tersedianya sumber daya manusia yang kompeten untuk meningkatkan keberdayaan dan membantu mengatasi masalah yang dihadapi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang pada implementasinya tentu memerlukan standar praktik sebagai payung hukum. (3) Kebutuhan terhadap standar registrasi, akreditasi dan sertifikasi. (4) Banyaknya Pekerja Sosial Asing (dari luar Indonesia) yang melakukan praktik Pekerjaan Sosial di Indonesia juga berdampak pada perlunya menetapkan peraturan UU praktik Pekerjaan Sosial.

--(Dok. Humas-STKS)--

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi 8 Dewan Perwakilan Rakyat RI, para Pejabat eselon satu dan dua Kementerian Sosial RI, para pengurus Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Organisasi profesi Pekerjaan Sosial, Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, para Pekerja Sosial serta penggiat praktik Pekerjaan Sosial, para aktivis Lembaga Kesejahteraan Sosial /Lembaga Sosial Masyarakat Nasional dan para pendidik Program Studi Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan Sosial.

Melalui konferensi ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk memajukan Pekerja Sosial yang sensitif terhadap situasi sosial dan bisa membuka jalan bagi penguatan eksistensi Pekerjaan Sosial dan Pekerja Sosial Indonesia.***(Humas-stks)

 
PENANDATANGANAN MoU STKS DENGAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Rabu, 15 Mei 2013 16:29

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, tandatangani naskah perjanjian kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Pemerintah melalui Program Pendidikan Diploma-IV Pekerjaan Sosial pada STKS Bandung, dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas dan profesionalisme sumber daya manusia aparatur pembangunan bidang kesejahteraan sosial di Kabupaten Aceh Tamiang melalui jalur Mahasiswa Penerima Beasiswa Kerjasama untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Ruang Ketua STKS Bandung oleh Bupati Aceh Tamiang H. Hamdan Sati, ST dan Ketua STKS Bandung Dr. Kanya Eka Santi, MSW pada hari Rabu, tanggal 15 Mei 2013. Hadir pada kesempatan ini Basyaruddin, SH (Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang) dan para Pejabat Struktural dilingkungan STKS Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh civitas STKS Bandung. Semoga dengan ditandatanganinya naskah kerjasama ini akan semakin meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.***(Humas STKS/Dok. Humas).

 
STKS Bandung Selenggarakan Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2013 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Kamis, 02 Mei 2013 19:35

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2013 ini, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, menyelenggarakan Upacara Bendera di halaman depan/pelataran parkir kampus STKS Bandung, Jl. Ir. H. Juanda 367, Bandung. Drs. Admiral Nelson Aritonang, MSSW (Pembantu Ketua I Bidang Akademik) bertindak sebagai pembina upacara yang pada kesempatan tersebut pembina membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. ”UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya (Pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945). Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, temasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggi. Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah daya imunitasnya ditingkatkan, satu di antara upayanya adalah melalui vaksinasi. Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu (i) Kemiskinan; (ii) ketidaktahuan; dan (iii) keterbelakangan beradaban. Bagaimana caranya menaikan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial.

Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itulah yang melatar belakangi tema peringatan Hardiknas tahun ini, yaitu ”Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial. Tema tersebut merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan”.

Upacara yang bertujuan untuk memperingati Hardiknas ini dihadiri dan diikuti oleh civitas akademika STKS Bandung dan bertindak sebagai petugas upacara dari Resimen Mahasiswa (Menwa) STKS Bandung. Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan dan penganugrahan kepada Mahasiswa berprestasi, pegawai yang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, pegawai yang naik pangkat dan kepada purna pegawai/karyawan STKS Bandung.

Penghargaan dan penganugerahan mahasiswa berprestasi Program Diploma-IV diberikan kepada: Angkatan 2012: (i) Rhea Diva Carissa, NRP.12.04.280, (ii) Alfrojems, NRP.12.04.136, (iii) Nuriyatuddin Khoyrun Nisa, NRP.12.04.229. Angkatan 2011: (i) Putri Khoiron Nisa, NRP. 11.04.241, (ii) Devita Murni, NRP.11.04.343, (iii) Justin Foera-era Lase, NRP.11.04.031. Angkatan 2010: (i) Astriyana Telaumbanua, NRP.10.04.067, (ii) Restueli Harefa, NRP.10.04.057, (iii) Riska Putri Prihalim, NRP.10.04.077. Angkatan 2009: (i) Taufik Akbar, NRP.09.04.045, (ii) Anisa Amalya Mukti, NRP.09.04.103, (iii) Jajuli Marjuki, NRP.09.04.126. Penghargaan dan penganugerahan mahasiswa berprestasi Program Spesialis-1 diberikan kepada: Angkatan 2012: (i) Avid Leonardo Sari, NRP.12.01.012, (ii) Ana Westy Martiani, NRP.12.01.002. Angkatan 2011 Konsentrasi Klinis: (i) Wahyudi, NRP.11.01.020, (ii) Atrin Suwartika, NRP.11.01.001. Konsentrasi Komunitas: (i) Ruman Syahfudin, NRP.11.01.011, (ii) Rosilawati, NRP.11.01.003.

Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun diberikan kepada Dra. Yunia Hidayati atas pengabdiannya selama 20 tahun, penghargaan dan penganugerahan pegawai yang naik pangkat TMT 1 Oktober 2012 diberikan kepada: (a) Dr. Tukino, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (b) Dr. TM. Marwanti, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (c) Drs. M. Ilyas, M.Ag, M.Ps.Sp (Pembina Utama Muda IV/c), (d) Drs. Aam Muharam, M.Si (Pembina Utama Muda IV/c), (e) Dayat Sutisna, AKS, MPS.Sp (Pembina IV/a), (f) Triyogo Widodo, AKS, MP (Penata Tk.1 III/d), (g) Ade Hatta, S.Sos (Penata Tk.1 III/d), (h) Unus Al Afghani, S.ST (Penata Tk.1 III/d). TMT 1 April 2013 diberikan kepada: (a) Dra. Rini Hartini Rinda A, M.Pd (Pembina IV/a), (b) Denny Friyana, S.IP (Penata Muda Tk.1 III/b, (c) Samiran, S.ST, M.Si (Penata Tk.1 III/d), (d) Lolytha, S.ST (Penata Tk.1 III/d), (e) Dra. Yana Sundayani, M.Pd (Pembina Tk.1 IV/b), (f) Dr. Aep Rusmana, S.Sos, M.Si (Pembina Tk.1 IV/b). Penghargaan dan penganugerahan purna pegawai/karyawan STKS Bandung diberikan Kepada: Komarudin, S.Sos (Masa Kerja 27 tahun 10 bulan) dan Iri Sugiri (Masa Kerja 22 tahun).

selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik,tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh tanah air, dan diucapkan selamat kepada mahasiswa berprestasi dan pegawai yang telah mendapatkan penghargaan dan penganugerahan serta selamat dan terimakasih kepada purna pegawai/karyawan STKS yang selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik, mengabdi dan berbakti kepada lembaga, pemerintah, nusa dan bangsa. *** (Humas-STKS/ doc-humas)

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »