KEPADA ANDA YANG LULUS SELEKSI AKHIR PMB STKS BANDUNG

KAMI UCAPKAN SELAMAT BERGABUNG DI KAMPUS STKS BANDUNG

***


KETERBATASAN SDM, BUKAN ALASAN LAYANAN SOSIAL TIDAK MAKSIMAL PDF Cetak
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 05 April 2013 02:13

Kebutuhan pekerja sosial di bidang kesejahteraan sosial masih sangat kurang dibandingkan pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat. Kementerian Sosial berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan mendidik di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

"Saat ini, masih tidak seimbang antara jumlah pekerja sosial dan kebutuhan di lapangan, "ujar Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dalam Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesejahteraan Sosial Regional II di Bandung, Selasa (2/4). Menurut Mensos, 5 tahun terakhir pelayanan sosial baru menjangkau rata-rata sekitar 8% dari total penyandang masalah kesejahteraan sosial atau sekitar 15,5 juta keluarga. Padahal, permasalahan sosial dan tuntutan publik terhadap orientasi kebijakan pembangunan nasional bertumpu pada keadilan untuk semua dan melindungi hak asasi manusia. "Nah, menjawab tantangan dan kebutuhan tersebut dibutuhkan tenaga pekerja sosial yang professional, tandasnya.

Perbandingan pekerja sosial dengan keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) minimal 1 berbanding 100. Maka dibutuhkan pekerja sosial di Indonesia paling sedikit 155.000 orang dengan jumlah PMKS tahun 2012 sebanyak 15,5 juta keluarga. Sedangkan jumlah pekerja sosial sebanyak 15.522 orang, sehingga dibutuhkan 139.000 pekerja sosial.

Di tengah keterbatasan tersebut, pelayanan kesejahteraan tetap dilaksanakan dengan rnengoptimalkan potensi yang ada, seperti PSM, Karang Taruna, Tagana dan lain-lain yang berjumlah sekitar 378.000 TKSM. Dengan adanya TKSM, tugas-tugas penanganan masalah sosial terbantu secara sukarela.

"Di masa mendatang, penanganan masalah sosial menjadi suatu prioritas dan menjadi tanggung jawab tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat," ucapnya.


Permasalahan sosial yang semakin dinamis dan kompleks menuntut tangan-tangan terampil, baik melalui pendekatan individu, kelompok, keluarga maupun komunitas agar semua pihak memiliki akses terhadap pelayanan sosial dasar dalam rangka mencapai taraf kesejahteraan dan kualitas hidup memadai.

Pelayanan sosial bagi warga miskin/tidak mampu dan mengalami masalah sosial, harus didukung dengan paket kebijakan dan program pembangunan nasional di bidang kesejahteraan sosial secara komprehensif dan terintegrasi.

Untuk itu, diperlukan koordinasi, dukungan dan kerja sama dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/Kota. Dukungan berupa identifikasi kebutuhan, sinkronisasi kebijakan termasuk dari segi pendanaan melalui APBN Dekonsentrasi maupun APBD serta pembinaan dan pendayagunaan SDM Kesejahteraan Sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial.

Dalam acara tersebut, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial RI dengan Pemerintah Kota Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Yayasan Nurul Fikri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Building Professional Sosial Work in Developing Countries (BPSW) Indonesia.

Juga, dimeriahkan Pameran Pembangunan Kesejahteraan Sosial, yaitu hasil karya Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Bandung terkait kurikulum diklat dari masa ke masa, modul-modul diktat, media pembelajaran, radio komunikasi. Selain itu, dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Balai Penerbitan Braile Indonesia (BPBI) antara lain Al-Quran Braileu dan produk-produk lainnya, serta hasil karya dari desa Binaan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung berupa souvenir, kerajinan, produk makanan, hasil pertanian dan peternakan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008, tentang dekonsentrasi dan tugas pembantuan, mekanisme pendanaan penyelenggaraan pembangunan nasional dalam era otonomi yang bersumber dad APBN, salah satunya adalah pembangunan bidang kesejahteraan sosial.

Dana dekonsentrasi merupakan dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan gubenur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah.

Sementara, dana tugas pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN dan dilaksanakan oleh daerah serta desa yang mencakup semua penerimaam dan pengeluaran dalam pelaksanaan tugas pembantuan. Pertama, pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial melalui dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan, keberadaaan dan peran dinas instansi sosial provinsi dan Kab/Kota menjadi sangat penting.

Kedua, sinergitas pembangunan antara pusat dan daerah dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kesejahteraan sosial memerlukan SDM kesejahteraan sosial yang berkualitas. Ketiga, menangani permasalahan sosial terus berkembang sebagai akibat dari terbatasnya layanan sosial dasar, tidak terpenuhinya hak dasar, krisis ekonomi, bencana alam dan konflik sosial.*** (humas Kemensos ri/stks bandung)
 
STKS BANDUNG MENJADI STAND TERBAIK PADA PTK EXPO 2013 PDF Cetak
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 27 Maret 2013 07:21

Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) Expo merupakan kegiatan yang selalu dilaksanakan setiap tahun melalui wadah FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia). PTK Expo tahun ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung yang berlangsung selama 2 hari yakni mulai tanggal 23-24 Maret 2013 yang diikuti sekitar 13 PTK se-Indonesia yakni STKS Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta, Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) Jakarta, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumedang, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Sekolah Tinggi Pertanahan Negeri (STPN) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) Jakarta, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (POLTRAN) Tegal Jawa Tengah, Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) Tangerang, Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akademi Minyak dan Gas Bumi (AKAMIGAS) Cepu Blora Jawa Tengah, dan Akademi Imigrasi (AIM) Jakarta.

Pada hari pertama kegiatan PTK Expo, dilaksanakan acara pembukaan oleh Pembantu Ketua III STT Tekstil Bandung yang dilanjutkan dengan Acara Seminar Anti Korupsi dan pembukaan kegiatan pameran. Pameran ini diikuti oleh masing-masing PTK dengan stand yang menampilkan berbagai profil PTK yang bersangkutan.

STKS Bandung sebagai PTK dibawah Kementerian Sosial RI juga memiliki stand yang bertema Bencana. Stand ini menampilkan berbagai profil STKS Bandung dan penampilan hypnotherapy, sehingga banyak pengunjung yang datang khususnya siswa/i SMA di Kota Bandung. Selama kegiatan pameran berlangsung, ibu Ketua STKS Bandung juga mengunjungi stand dengan memberikan dukungan dan motivasi khususnya kepada para kontingen dari STKS Bandung.

Pada malam harinya, dilakukan acara pentas seni dan STKS Bandung menampilkan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang merupakan salah satu UKM di STKS Bandung.

Pada hari kedua, kegiatan PTK Expo masih berlanjut yang diawali Acara Talkshow dengan penyampaian materi tentang profil masing-masing PTK. Dari STKS Bandung penyampaian materi profil diwakili oleh salah sorang mahasiswa a.n. Restueli Harefa. Kegiatan Talkshow ini diikuti oleh semua peserta dari masing-masing PTK dan para siswa/i SMA di Kota Bandung bahkan di luar Kota Bandung.

Setelah kegiatan berlangsung, maka panitia mengumumkan PTK dengan Stand Terbaik pada PTK Expo Tahun 2013 dengan kriteria stand terbaik, pelayanan terbaik, penampilan terbaik, presentasi terbaik, maupun pengunjung stand terbanyak yakni diraih oleh STKS Bandung.

Tahun ini, STKS Bandung menjadi 1st Best Stand pada PTK Expo Tahun 2013 yang merupakan hasil kerja keras, kerjasama, dan kebersamaan semua civitas STKS Bandung. Selamat dan Sukses untuk Kita Semua. ***(BEM & HUMAS STKS Bandung)

 
STUDI BANDING UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA KE STKS BANDUNG PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Sabtu, 16 Maret 2013 05:09

Setelah sebelumnya pada 6 Maret 2013, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menerima kunjungan studi komparatif dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, kini kembali BEM STKS Bandung menerima kunjungan studi banding dari HIMA IKS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan kunjungan studi banding dilaksanakan pada hari sabtu, 16 Maret 2013, bertempat di Ruang Aula Lantai III Kampus STKS Bandung, setelah sebelumnya rombongan studi banding HIMA IKS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengunjungi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Padjadjaran Bandung dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Pasundan Bandung. Kedatangan peserta kunjungan studi banding diterima oleh Dra. Meiti Subardhini, M.Si selaku Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STKS Bandung dan Nandang Susila, AKS, MP sebagai Kepala Sub Bagian Praktikum dan Kemahasiswaan STKS Bandung. Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa STKS Bandung dan 120 orang mahasiswa peserta studi banding IKS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kunjungannya, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui sejauhmana proses pendidikan professional pekerjaan sosial dan untuk menjalin hubungan serta silaturahmi antara mahasiswa dan program studi IKS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan STKS Bandung. Acara kunjungan tersebut dilaksanakan dan dikemas dalam bentuk ceramah dan saling bertukar pengalaman antar mahasiswa untuk saling menambah pengetahuan terkait kurikulum pendidikan, praktikum, metode belajar dan kegiatan organisasi intra mahasiswa (BEM) serta hal-hal yang berhubungan dengan keilmuan di bidang pekerjaan sosial. Dengan selalu dijadikan objek/tujuan kunjungan studi banding, diharapkan mahasiswa STKS Bandung dapat mengembangkan jejaring kerjasama dengan mahasiswa berbagai perguruan tinggi lainnya, dan STKS Bandung senantiasa termotivasi meningkatkan kualitasnya untuk mewujudkan STKS sebagai centre of excellent bagi pendidikan pekerjaan sosial Indonesia.***(humas-stks)

 
« MulaiSebelumnya11121314151617181920BerikutnyaAkhir »