KUNJUNGAN KERJA KEPALA BADIKLITKESOS KE STKS BANDUNG PDF Cetak
Ditulis oleh Arif S. | Layout: Micho Siagian   
Jumat, 08 Februari 2013 10:26

 

Pada hari Jum’at, tanggal 8 Februari 2013 Kepala Badiklitkesos Kementerian Sosial RI    Dr. Ir. Raden Harry Hikmat, MSi melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Badiklitkesos didampingi oleh Sekretaris Badiklitkesos dan Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial berserta jajarannya mengadakan pertemuan dan dialog dengan Ketua STKS Bandung dan para Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan STKS Bandung. 

Bertempat di Ruang Pertemuan Ketua STKS Bandung Kepala Badiklitkesos menyampaikan beberapa agenda pembahasan antara lain tentang pembahasan Rencana Induk Pengembangan STKS, Akreditasi STKS dan Bedah Program 2013. Pada kesempatan tersebut Ketua STKS Bandung, Dr. Kanya Eka Santi, MSW., menyampaikan laporan dan penjelasan bahwa STKS Bandung telah menyiapkan dan melaksanakan langkah-langkah strategis kedepan dalam rangka peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan kelembagaan STKS untuk mencapai visinya menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia.

Dalam arahannya Kepala Badiklitkesos mengharapkan STKS Bandung sebagai satu-satunya perguruan tinggi di bawah Kementerian Sisial RI, yang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi tingkat Diploma-IV dan Spesialis-1 Pekerjaan Sosial, mempunyai kemampuan dalam menjawab tantangan dan kebutuhan penyiapan sumberdaya manusia kesejahteraan sosial dengan mencetak pekerja sosial yang profesional. Sampai tahun 2012 jumlah lulusan STKS sebanyak 11.280 orang, terdiri atas lulusan Program Pendidikan KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma-III, Sarjana (S-1) dan Diploma-IV, serta Pascasarjana (S-2). Keberhasilan mencetak alumni STKS tidak terlepas dari peran tenaga pengajar yang dimiliki STKS Bandung yang terdiri dari dosen tetap sebanyak 68 orang dan tidak tetap sebanyak 17 orang, dengan kualifikasi pendidikan S-2 sebanyak 54 orang dan S-3 sebanyak 15 orang dari dalam dan luar negeri yang telah tersertifikasi dan kompeten di bidang Pekerjaan Sosial dan Ilmu-ilmu sosial lainnya.

Dalam Kesempatan ini dibicarakan juga rencana induk pengembangan STKS Bandung berupa Rencana Induk Pengembangan Fisik dan Program untuk lima tahun kedepan. Sehubungan dengan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi STKS, Kepala Badiklitkesos mengajak semua elemen khususnya di lingkungan STKS dan Badiklitkesos untuk memperkuat komitmen, kerja sama, dan dukungan agar STKS Bandung dapat menjadi prime over dan center of excelent bagi pengembangan pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia. *** (Humas STKS Bandung)

 
MUNAS IV IKA STKS BANDUNG PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Minggu, 13 Januari 2013 09:16

Pada hari jum’at dan Sabtu, 11-12 Januari 2013, bertempat di Ruang Aula Lt.III Kampus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung (IKA STKS Bandung) melaksanakan Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-IV. Pada MUNAS kali ini kegiatan dilaksanakan dengan mengangkat tema “Dengan Munas IKA STKS Kita Tingkatkan Konsolidasi Organisasi Menuju Eksistensi Alumni Guna Memperkuat Kontribusi Pekerja Sosial dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial”.

MUNAS pada IKA STKS Bandung merupakan sarana bagi seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Anggota IKA STKS Bandung untuk bersilaturahmi dan melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap kinerja DPP IKA STKS serta merupakan kekuasaan tertinggi organisasi yang diadakan sekurang-kurangnya satu tahun. Mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IKA STKS Bandung, Bab VII pasal 27, Musyawarah Nasional berwenang untuk: menetapkan dan atau mengubah AD dan ART serta peraturan organisasi lainnya, Menyusun dan menetapkan program kerja nasional, Menilai pertanggungjawaban Pengurus Pusat, Memilih dan menetapkan pengurus harian, Memilih dan menetapkan Dewan Penasehat dan Dewan Kehormatan Etika serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya.

MUNAS yang dilaksanakan kali ini merupakan MUNAS yang ke-4 (empat) sejak berdirinya IKA STKS Bandung. Pada MUNAS-MUNAS IKA STKS sebelumnya biasanya dilaksanakan berbarengan dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan sekaligus pergantian/pemilihan Ketua Umum DPP IKA STKS Bandung. Namun demikian, kegiatan MUNAS yang dilaksanakan ini tidak berkaitan dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan melainkan bertujuan sebagai sarana untuk bersilaturahmi antara Pengurus DPP IKA STKS Bandung dengan pengurus DPW yang sudah terbentuk serta anggota IKA STKS Bandung lainnya, menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DPP IKA STKS Bandung, melakukan evaluasi terhadap program kerja dan laporan kegiatan DPP dan DPW IKA STKS Bandung selama 2 (dua) tahun berjalan, menyusun rencana kerja DPP dan DPW serta membuat rekomendasi MUNAS.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan laporan Ketua Panitia MUNAS, Drs. Sri Widodo PS, M.Si., yang kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP IKA STKS, Dra. Hj. Meiti Subardhini, M.Si. dalam sambutannya Sekretaris Jenderal DPP IKA STKS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPP,DPW dan Anggota IKA STKS Bandung atas partisipasi, kehadiran serta dukungan dalam keberlangsungan kegiatan MUNAS ini. Pada kegiatan MUNAS IV kali ini juga dilaksanakan pelantikan Ketua DPW IKA STKS Bandung, pada kesempatan ini Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Drs. H. Toto Utomo Budi Santosa, M.Si yang juga Ketua Umum IKA STKS Bandung melantik sebanyak4 (empat) Orang Ketua DPW yang terdiri dari provinsi Gorontalo (Drs. Amin Pakaya), Provinsi Bangka Belitung (Drs. Armada), Provinsi Maluku Utara (Drs. Ahmad) dan Provinsi Papua (Drs. Isak Sawo). selain pelantikan, pada MUNAS kali ini juga dilaksanakan kegiatan Konvensi dan Bakti Sosial. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan Konvensi yaitu: Dr. Irawan, MM (Asisten Deputi Bidang Kesejahteraan Aparatur Negara/Kementerian Aparatur Negara) yang memaparkan kebutuhan pekerja sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial di era desentralisasi, Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si (Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial/Kementerian Sosial RI) memaparkan mengenai sertifikasi pekerja sosial, Armay, SH. M.Hum (Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Sosial RI) memaparkan formasi dan jabatan alumni STKS Bandung di Kementerian Sosial dan Adi Fahrudin, Ph.D (Praktisi dan Akademisi Pekerja Sosial) memaparkan prospek dan kompetensi pekerja sosial, serta hadir sebagai peserta MUNAS IV IKA STKS Bandung yaitu: Dewan Kehormatan IKA STKS, Pengurus DPP IKA STKS Bandung, Pengurus DPW IKA STKS yang terdiri dari: Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Bali, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Gorontalo, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Papua dan Anggota IKA STKS Bandung perwakilan dari wilayah/provinsi seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan MUNAS IV STKS Bandung kali ini diakhiri dengan pembacaan kesimpulan dan rekomendasi, diantaranya terdapat 11 (sebelas) kesepakatan rumusan dari kegiatan Konvensi Nasional IKA STKS Bandung, diantaranya: 1. Profesionalisme dan performance pekerja sosial, khususnya alumni STKS harus ditingkatkan secara terus menerus, 2. Tahapan penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial seharusnya mencerminkan praktik pekerjaan sosial professional, 3. Kaderisasi kepengurusan IKA STKS, baik di Pusat, Wilayah maupun Cabang perlu diikuti dengan konsolidasi organisasi guna memperkuat eksistensi alumni dalam memberi kontribusi pembangunan kesejahteraan sosial, 4. Sosialisasi ilmu dan profesi pekerjaan sosial kepada berbagai sektor dan wilayah perlu terus diintensifkan agar menumbuhkan dan mengembangkan minat masyarakat menjadi pekerja sosial, 5. Komunikasi Pusat dan Daerah perlu dijalin secara intensif dalam meningkatkan kiprah alumni, baik pemerintah maupun swasta, 6. Eksistensi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pekerjaan Sosial perlu mendapat perhatian dan lulusannya seharusnya menjadi raw input utama mahasiswa STKS, 7. Kompetensi pekerja sosial perlu secara terus menerus ditingkatkan, terutama dengan membuat Standar Nasional Kompetensi Pekerja Sosial yang menjadi direction bagi pengembangan kompetensi pekerja sosial di Indonesia, 8. IKA STKS perlu mengambil inisiatif dan peran aktif dalam mendorong dan membantu STKS memasuki ASEAN Community dan persaingan di tingkat global, 9. IKA STKS mendorong anggotanya untuk mengikuti sertifikasi pekerja sosial, 10. Reuni Akbar Alumni akan dilaksanakan pertengahan tahun 2013, 11. IKA STKS mendorong terwujudnya penyempurnaan SOTK STKS sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Pekerjaan Sosial. Dengan kegiatan MUNAS IV STKS Bandung ini diharapkan bisa lebih meningkatkan Konsolidasi Organisasi menuju Eksistensi Alumni Guna Memperkuat Kontribusi Pekerja Sosial dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial. ***(Humas-stks)

 
SOCIAL WORK UPDATE 2012 PDF Cetak
Ditulis oleh F. Rizki | Layout: Micho Siagian   
Rabu, 02 Januari 2013 04:39

Pada hari Rabu, 26 Desember 2012, bertempat di Hotel Perdana Wisata Bandung, Lembaga Penelitian (Lemlit) Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menyelenggarakan SOCIAL WORK UPDATE 2012, dengan tema yang diusung pada tahun ini adalah “PENGEMBANGAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM KONTEKS INDONESIA”. Pelaksanaan dan keberhasilan pembangunan selama ini selain menimbulkan peningkatan pada kualitas dan standar hidup masyarakat, ternyata juga membawa dampak yang tidak diharapkan. Dampak dari proses perubahan sosial ini berwujud pada semakin meningkatnya permasalahan bidang kesejahteraan sosial, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Spektrum permasalahan kesejahteraan sosial pada masa kini dan masa yang akan datang akan cenderung terus meluas dan menjangkau berbagai segmen dalam masyarakat, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Desakan arus informasi global, pesatnya kemajuan iptek dan pengaruh berbagai faktor demografis serta dampak dari pembangunan selama ini, cenderung membawa perubahan pada permasalahan kesejahteraan sosial yang akan dihadapi selama kurun waktu mendatang.

Bobot dan kompleksitas permasalahan kesejahteraan sosial akan selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Selain permasalahan kesejahteraan sosial yang ada saat ini, pada masa yang akan datang, ada 6 (enam) permasalahan kesejahteraan sosial yang harus menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan intervensi pekerjaan sosial melalui pratik pekerjaan sosial, yaitu; (1) masalah kemiskinan; (2) masalah korban bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial; (3) masalah penyalahgunaan NAPZA; (4) masalah yang dihadapi anak; (5) masalah kemiskinan Komunitas Adat Terpencil (KAT); dan (6) masalah pekerja migran baik di kota maupun TKI di luar negeri.

Perubahan yang terjadi dalam system dan kebijakan ekonomi makro membawa dampak pada timbulnya perubahan-perubahan nilai keluarga, ikatan keluarga dan cara-cara pengembangan karakter anggota keluarga. Sebagian besar masalah kesejahteraan sosial berasal dari system dan respon keluarga terhadap kebijakan ekonomi, tetapi keluarga juga merupakan sumber daya dan jarring pengaman sosial untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial. Relatif belum cukup upaya mempersiapkan masyarakat untuk mengantisipasi perubahan struktur ekonomi yang meningkat begitu cepat, pada gilirannya mempercepat munculnya berbagai permasalahan kesejahteraan sosial terutama masalah kemiskinan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (BadiklitKesos) Kementerian Sosial RI, Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si., yang juga sebagai Keynote speech, hadir sebagai narasumber/pemakalah, Dr. Kanya Eka Santi, MSW (Ketua STKS Bandung), Drs. Holil Soelaiman, MSW (Pakar Pekerjaan Sosial), dan Drs. Widodo Suhartoyo, MSW (Praktisi/UNICEF). Peserta dari kegiatan ini terdiri dari perwakilan Perguruan Tinggi Kesejahteraan Sosial, Dosen STKS, Praktisi Pekerja Sosial, Konsorsium Pekerja Sosial Indonesia dan Pejabat Struktural di lingkungan STKS Bandung.

Seminar dibagi ke dalam dua sesi, sesi pertama mendengarkan paparan makalah utama dari ketiga narasumber/pemakalah, Sedangkan sesi kedua presentasi makalah dari para peserta yang dibagi kedalam 3 kelompok.

Rangkaian kegiatan Social Work Update diakhiri dengan pembacaan kesimpulan dan pembulatan dari seluruh kegiatan oleh Suharma, Ph.D. Pemaparan makalah-makalah terpilih yang telah dipresentasikan nantinya akan dipublikasikan dalam sebuah buku seperti halnya pada pelaksanaan Social Work Update pertama dan kedua yang telah menghasilkan buku.***(humas-stks)

 
« MulaiSebelumnya11121314151617181920BerikutnyaAkhir »